Senin adalah hari yang panjang buat dua anakku. Pergi jam 7 pagi dan kembali ke rumah jam 6 sore. Pasalnya setelah selesai jadwal sekolah jam 3. Mereka masih lanjut lagi eskul English Club. So mereka terlihat amat sangat lelah ditambah memanggul tas sekolah yang begitu berat. Tapi tetap semangat ya anak-anakku! Fighting!
Monday, January 26, 2015
Sunday, January 18, 2015
Weekend on January 2015
Minggu pagi kemarin cuacanya asyik. Hujan. Menikmati sensasi lunch di teras McD. Lumayan. Suasananya jadi kebayang pas di Eropa hehe
Tuesday, January 06, 2015
Liburan ke Lamin Etam Ambors
Perjalanan terjauh liburan kali ini bersama keluarga. Maklum waktunya memungkinkan dan pas dalam segala aspek. Maksudnya nggak kebanyakan plan langsung pergi. Pas, ada pak sopir juga. Cuacanya juga bagus. Adem, nggak panas meskipun kami tetap saja berkeringat karena banyak berjalan kaki.
Sabtu, 27 Desember 2014.
Monday, December 15, 2014
Sunday, December 07, 2014
Gue Banget
Monday, July 07, 2014
Wednesday, July 02, 2014
La Tahzan, Dua Jiwa
Aku telah berusaha memaknai kata La Tahzan. Itu,bukan berarti sesuatu yang mudah untuk dijalani. Pada kenyataannya aku hanya bisa bersikap defensif agar tetap bisa survive.
Seribu tangis dalam sepiku tanpa memiliki sandaran jiwa. Syukurlah aku masih mampu bersimpuh padamu ya Allah.
Waktu yang kujalani di persinggahan ini begitu menguras airmata. Janji sebuah jiwa yang menungguku di keabadian terkadang membuatku rindu.
Kini, ada jiwa lain yang mengingatkanku untuk tak terlena. Apakah waktuku tinggal sesaat lagi?
Dua jiwa itu. Menungguku?!?!?!?!
Thursday, June 26, 2014
Isabella
Dia cantik. Sudah bisa sebut nama panjangnya. Sejernih mata air di surga, itulah arti namanya. Berharap dia membawa ketenangan jiwa di kehidupan kami.
Tahun ini dia mulai bersekolah di TK A. Meski banyak waktu yang kulewatkan bersamanya tetapi tetap saja. Aku merasa masih kurang cukup perhatian. Tetapi setidaknya aku telah mencurahkan segenap jiwa dan ragaku untuk selalu bersamanya dan juga anakku yang lain
Wednesday, May 21, 2014
Problem project
Tempo hari memang diputuskan proyek ini dibayarkan borongan, biar bisa cepet selesai n kita terima beres. Tapi gimana mau cepet lha wong tukangnya yang dipake cuman 2 orang trus mandornya wara wiri. Padahal janjinya 3 bulan kelar n pake 6 tukang.
Baru juga sebulan ini pake 4 tukang sama mandornya 5 orang. Kita ya ngga bisa protes soale kita khan terima progress aja.
Trus salahnya kenapa kemaren aku ngga ngeyel buat hitam putih. Jangan percaya dengan gentleman aggreement klo sudah urusannya duit. Ngga ada,namanya best fren. Tetep bisnis is bisnis. Aduh peelingku ini emang so strong banget.
Terus nggak enaknya klo ada perubahan yang mau disesuaikan situasi dan kondisi. Ribet. UUD, masalahnya!
Begh! Dulu bangun ribet duitnya. Sekarang muyak tukangnya. Tau gitu mending dibayar harian aja. Nggak muyek! Kali kita pengen begini n begitu. Mau kita ancurin lagi batanya nggak masalah.
Sama itu lho dari dulu aku bolak balik minta gambar. Aku tuh sebenernya mau bayar arsitek. Emang mahal tapu khan nggak bakalan muyek. Itungan tangga aja salah kok. Wih pening!
$abar nahan dongkil. Dihadapin aja. Yg penting diurusin nanti klo udah jadi nyesal nggak sesuai harapan.
Semangat aja deh!
$uka duka membangun. Next yang mesti diperhatikan
1) gambar dulu bayar arsitek, biar mahal ngga apa. Sekalian RABnya
2) buat kontrak kerja n target pembangunan. Klo perlu ada penalty. Tanda tangan bermaterai. Nggak pedulu itu sodaramu.
Whats wrong with me
Aku sebenernya ngantuk n capek buanget. Biasanya aku cepat tidur. Tapi udah beberapa harini susah tidur. Jujur aku pengen mata kuat melek n badan kuat tanpa makan.
Tidur dan makan aku tengah kehilangan selera keduanya. Banyak yg kupikirkan.
Rasanya jam segini aku baru merasa tenang.
Monday, May 19, 2014
The house of project
Judulnya kayaknya keren ya. Hehe, kayaknya proyek seiprit tapi ratusan jeti. Sebenernya banyak banget ideku tapi jadi sering mental karena terbentur "SIKON". Pada akhirnya aku pun malas melemparkan ide. Karena mungkin ideku dianggap konyol atau tak berselera dengan jaman sekarang. Tapi aku tetap kekeh pengen ikut andil biar nggak menyesal meskipun banyak hal kerap kena,makian. Contohnya nih, pesan kusen di maki. Serba salah!
Pengen buat lemari simpanan (nggak ada solusi). Tadi mikir lama banget pas liat project. Seharusnya tempo hari aku ngga mundur dengan ideku. Karena bisa diakalin dengan pintu pintu kayu yang bisa membuka. Jadilah ceruk multi guna. Bisa nyimpen apa aja dengan rak tinggi beli di ace hardware. Tapi masak batanya mau di robohkan lagi. Terus aku mesti pesen kusen dulu. Belum sama kontraktornya di bilang plan plin. Aishhhh! Bingung ya.
Kadang tuh takut ngelempar ide, soale klo kedepannya bad idea pasti disalahkan terus. Namanya juga selera ya.
Emang gitu deh klo lagi built bakal sering makan hati.
Harini aku sedikit mencuri waktu baca referensi siapa tahu bisa dapet ide. Soale semangat lagi dapat oppurtunity. Tadinya, udah muales aja tapi mikirin investnya banyak banget dipinggirkan dulu deh betenya sama . . . . .
Beneran abis nggak nyambungnya itu lho! Ditanya, marah!
Ditanya malah balik bertanya trus marah!
Dicuekin, project,berantakan. Halah! Mumet!
Wednesday, April 23, 2014
Harini
Aku baru saja pulang dari luar negeri. Jadi hari ini aku ada di rumah. Hanya di rumah saja.
Mencuci pakaian dengan mesin sampai 3 giling dan tangan, menjemur semua pakaian termasuk yang masih memal sisa kemarin. Menyetrika pakaian 4 keranjang, melipat pakaian 2 keranjang, memasak, mencuci piring, menyapu, mengepel, beresin kamar bawah. Aish, cukup dulu listnya. Itu semua disela rengekan n banyak permintaan anakku sehingga semuanya itu bisa tertunda tanpa jelas. Bisa nggak cukup waktunya.
Harini juga mau belanja material untuk proyek sekalian mikirin tinggi bangunan baiknya gimana. Pusink!
Pengen bisa ngetik berjam~jam nggak terganggu,n suasananya tenang jadi enak mikirnya.
Rasanya suntuk n mau teriak aja. Apalagi kalo lihat laporan keuangan yang nggak jelas lari kemana n untuk apa?
Mau tanya rumput yang bergoyang?
Sudah tak terbilang rasa jenuh ini.
Monday, April 21, 2014
Liburan
12 tahun lebih on nothing.
Acapkali hanya membelikan tiket orang bepergian. Jealous liat orang lain berlibur tapi kita yang bayarin. Hitung aja setahun berapa kali. Setiap beli tiket itu hatiku kesal luar biasa. Hidup emang nggak adil!
Selalu banyak alasan. UUD. Ujung~ujungnya duit. Ya iyalah kami pergi pasti nggak bakalan mursida. Tapi nggak pernah mikir cost untuk Pembokat yang sampe PP 3 kali tahun lalu, itu juga dibayarin. Itu belum sama emble yang laen.
Mo minta keadilan sama siapa. Berat sebelah posisi dimana. Selalu saja menjadi manusia yang mengalah.
Lihat aja 2 bulan mo deket lebaran, lagi bakal heboh harus ada pembelian tiket maning plus de el de el.
Hadeuhhhh puayaahhhh berat sebelah. Katakan pada rumput bergoyang aku sudah tak tahan.
Menabung untuk berlibur sementara orang lain bisa lho tinggal sms or angkat telpon, minta dibayarin.
Gigit jari. Nahan sesak. Kapan keadilan bisa ditegakkan tanpa sadar dan mengerti posisi mana yanv berat sebelah dan bagian mana yang terjepit perasaannya.
Thursday, February 06, 2014
Saturday, February 01, 2014
Thursday, December 12, 2013
Balikpapan Kota Macet
Tiap hari bolak-balik jemput anak-anak sekolah jadi tahu situasi lalu lintas kota Balikpapan saat ini.
Titik macet di depan Solaria MT Haryono. Trus jembatan DAM.
Simpangan ke Pupuk, SMP 7 and POM Bensin DAM. Top banget disitu muacetnya. After that seratus meter menuju lampu merah DAM.
Lepas dari situ sepanjang jalan BP bahkan bisa tiga line mobil, tinggal pintar berkelit saja.
Napas belum kelar kalo bukan berada di depan Tanjung Pura.
Itupun kadang ada kendaraan yang melaju lambat di tengah, mbok ya kepinggir khan ngga menghambat laju mobil lain.